Lambang Negara Republik Monyet Merdeka

Lambang Negara Republik Monyet Merdeka adalah Monyet Pisangila. Simbol tersebut awalnya ditemukan tergurat di sebuah batang pisang oleh seekor monyet tak dikenal, kemudian disempurnakan oleh Presiden Soekarmon. Sedang Pisangila sendiri merupakan dasar filosofi Negara Republik Monyet Merdeka. Lambang sakral tersebut menggambarkan seekor monyet bertanduk (sebelah kanan patah) yang memicingkan mata lurus kedepan (simbol focus dan curiosity), dengan bulatan-bulatan mimpi di atas kepalanya. Di dadanya mengenakan perisai yang bergambar kelima sila Pisangila, kakinya memegang sebuah pita bertuliskan semboyan negara dan di bawah sang monyet tampak seonggok taik hangat.



Monyet Bertanduk
Adalah primata satu-satunya keturunan langsung dari Hanoman (Hanomat atau Anoman), salah satu dewa dalam kepercayaan agama Hindu, sekaligus dalam wiracarita Ramayana yang paling terkenal. Ia adalah seekor monyet putih sakti yang merupakan putera Batara Bayu dan Anjani, saudara dari Subali dan Sugriwa. Menurut Kitab Serat Pedhalangan, tokoh Hanoman sebenarnya memang asli dari wiracarita Ramayana, namun dalam pengembangannya tokoh ini juga sering muncul dalam serial Mahabharata, sehingga menjadi tokoh antar zaman. Monyet sebagai lambang negara menggambarkan kepolosan, kejujuran, kelucuan, kelincahan dan persaudaraan. Tanduk sebelah kanan yang patah adalah simbol perjuangan, tekad yang kuat sekaligus kesadaran bahwa setiap makhluk memiliki kelemahan dan kekurangan. Warna bulu hitam (asalnya sih putih) melambangkan kekuatan dan totalitas, sebenernya sih cuma gara-gara pemanasan global yang mulai terjadi sejak perang Baratayudha. Di India, hanoman dipuja sebagai dewa pelindung dan beberapa kuil didedikasikan untuk memuja dirinya.

Mimpi
Selain pisang, kebutuhan penting lain dari monyet adalah bermimpi, karena hanya dalam mimpi kejadian-kejadian mustahil bisa terwujud bagi setiap insan monyet. Bulatan-bulatan kuning diatas kepala monyet memiliki arti kebebasan, kemerdekaan, keoptimisan dan imajinasi yang luas dalam berkarya, berusaha dan beraktivitas. Mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra-indra lain dalam tidur, terutama saat tidur yang disertai gerakan mata yang cepat (rapid eye movement/REM sleep). Secara natural setiap Monyet menganut faham Lucid Dreamism, dimana monyet pemimpi menyadari bahwa dia sedang bermimpi saat mimpi tersebut masih berlangsung, dan terkadang mampu mengubah dan mengatur emosi juga lingkungan dalam mimpinya serta mengendalikan beberapa aspek dalam mimpi tersebut.

Pisang
Makanan utama dari monyet ini adalah buah yang diyakini berasal dari daerah Melayunesia (Asia Tenggara dan Australia tropika) tumbuh berkelompok di daerah tropis. Ada beberapa jenis pisang yang warnanya berbeda-beda, tetapi hampir semua akan berwarna kuning ketika sudah matang dan berbentuk melengkung. Pisang sebagai salah satu elemen lambang negara melambangkan kesejahteraan, kemakmuran, pertumbuhan, keberlanjutan dan kekenyangan. Selain pisang banyak mengandung kalium juga memberikan kontribusi gizi lebih tinggi daripada apel, pisang juga dapat menyediakan cadangan energi dengan cepat bila dibutuhkan, termasuk ketika otak anda mengalami keletihan. Di daerah dengan hujan merata sepanjang tahun, produksi pisang dapat berlangsung tanpa mengenal musim. Bahagialah kalian monyet yang hidup di daerah tropis.

Taik
Jika bagi sebagian makhluk lain taik (tai, tinja, telek, tembelek, e'ek, pup) dianggap sebagai kotoran, bagi monyet taik adalah benda pribadi yang sakral. Selain bentuk, warna, rasa dan baunya yang khas, taik juga memiliki makna filosofis. Seperti halnya kata-kata yang keluar dari mulut, keluarnya taik melalui anus (kloaka, silit, ass hole) juga menyampaikan aspirasi yang memiliki hak didengar, diperhatikan dan dihormati. Kamu adalah taikmu. Piramida taik dalam lambang negara merupakan simbol kontrol, kekuasaan, perlawanan, perjuangan dan kejayaan. Karena sering mengkonsumsi pisang, monyet jarang mengalami pengerasan taik (konstipasi), thanks God! Taik saat dipublish kadang tercium sangat bau, hal ini disebabkan karena aktivitas bakteri, yang menghasilkan senyawa seperti indole, skatole, dan thiol (senyawa yang mengandung belerang), dan juga gas hidrogen sulfida. Taik monyet selain untuk menandai wilayah kekuasaan dapat juga digunakan sebagai pupuk atau sumber bahan bakar.

No comments: